KransNews.com | Sibolga – Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Agung Sibolga, Ibnu Tasnim Tampubolon, akhirnya buka suara terkait kasus pengeroyokan hingga tewas yang menimpa Musafir Arjuna Tamaraya di lingkungan Masjid Agung Sibolga.
Ibnu dengan tegas menyatakan, para pelaku bukan pengurus masjid maupun jamaah tetap. Ia bahkan mengungkap bahwa salah satu pelaku yang menjadi provokator dikenal sebagai residivis.
“Pelaku bukan pengurus masjid, dan kami tidak pernah melihat mereka ikut salat di sini,” ujar Ibnu Tasnim, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, salah satu pelaku berinisial ZPA adalah warga sekitar yang dikenal sering keluar masuk penjara dan berjualan sate di belakang masjid. ZPA disebut memprovokasi warga dengan menuduh korban mencuri uang dari kotak infak dan tuduhan yang belum terbukti kebenarannya.
“Kami tahu ZPA ini memang sering buat onar. Dialah yang memprovokasi warga dengan alasan korban mengambil uang di kotak infak,” ungkap Ibnu seperti dilansir Tribun Medan.
Ibnu menegaskan bahwa Masjid Agung Sibolga tidak pernah melarang siapa pun untuk beristirahat atau tidur di area masjid, apalagi bagi musafir atau masyarakat luar kota.
“Sejak dulu, tidak pernah sekalipun kami melarang orang tidur di masjid. Kalau ada musafir datang malam hari, silakan saja beristirahat di sini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak masjid bahkan sudah menitipkan kunci kepada petugas kebersihan agar jamaah atau musafir tetap bisa masuk jika pintu tertutup pada malam hari.
“Kalau ada orang mau salat, buang hajat, atau istirahat, petugas kami siap membukakan pintu,” jelasnya.
Kasus pengeroyokan ini kini dalam penyelidikan aparat kepolisian. Pihak BKM berharap proses hukum berjalan adil dan pelaku mendapat hukuman setimpal.
Sumber: TribunMedan






