KransNews.com | Siantar – Kepolisian Sektor (Polsek) Siantar Timur turun langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah dua pria tak dikenal mendatangi rumah wartawan di Jalan Aiptu KS Tubun, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, pada Jumat (12/9/2025) malam.
Informasi yang dihimpun, kedua pelaku datang mengendarai sepeda motor matik jenis Honda BeAT dan skuter Viaggio berwarna hijau. Belakangan diketahui, keduanya berinisial H dan H, yang disebut berdomisili di Jalan Senangin, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara.
Seorang saksi mata yang sempat melihat kejadian menjelaskan, salah satu pelaku yang berperawakan kurus dan terlihat tua, berperan menunggu di sepeda motor sambil memantau situasi. Sedangkan pelaku lainnya berjalan menuju rumah korban dan diduga mencoba mendobrak pintu rumah wartawan tersebut.
Sebelum kejadian, kedua pelaku sempat berulang kali mengitari rumah korban dengan sepeda motor, kemudian berhenti di depan rumah sambil memerhatikan lingkungan sekitar.
“Ku lihat mereka seperti mondar-mandir, lalu berhenti di depan rumah yang terkunci. Satu orang turun, bawa bungkusan, sedangkan yang tua tetap di motor memantau,” ungkap seorang pengendara motor yang kebetulan melintas.
Agus Suhendra, wartawan yang menjadi korban, menceritakan peristiwa tersebut bermula saat ia baru pulang ke rumah. Tak lama, terdengar suara kendaraan skuter berhenti di depan rumahnya. Sesaat kemudian, dentuman keras terdengar di pintu depan rumah yang terkunci.
“Saya lihat dari jendela, ada dua orang. Satu tetap di motor, satu lagi berdiri di depan pintu dengan jaket, terkesan memaksa membuka pintu. Dia bahkan sempat bilang ‘Keluar kau!’ dengan nada mengancam,” ujar Agus.
Situasi semakin mencekam hingga akhirnya warga dan keluarga korban keluar rumah. Melihat banyak orang berdatangan, kedua pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi.
Belum diketahui motif pasti aksi tersebut. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mendalami kemungkinan ada pihak lain yang menjadi dalang di balik kejadian ini.
Kapolsek Siantar Timur membenarkan peristiwa itu dan menegaskan kasusnya sedang dalam penanganan. Warga sekitar bersama keluarga korban berharap polisi segera menangkap kedua pelaku karena dianggap sudah meresahkan masyarakat.
Diketahui, beberapa hari sebelum insiden ini, Agus Suhendra juga sempat menerima teror melalui sejumlah panggilan WhatsApp dari nomor tidak dikenal. (JD)








