C A N D I

oleh -442 Dilihat
(Pelataran Candi Brahma (juni 2016)

Oleh : Warno Hadi

 

Bila menyaksikan keberadaan Candi yang terlihat megah, seperti Candi Perambanan atau Borobudur. Sepertinya boleh kita menafsirkan bila para leluhur zaman dahulu telah memiliki Ilmu pengetahuan tinggi bidang teknik pembangunan. Mungkin bagi Bangsa Asing belum memiliki kala itu. Konstruksi bentuk bangunan Candi yg tanpa menggunakan Semen atau Paku, ternyata dapat kokoh dan awet ber abad-abad usianya. Ketika dicermati bagaimana teori cara menyusun batu yang dapat membagi kekuatan dalam menyanggah beban berat mampu sepadan antara batu yang satu dengan lainya (interlocing conection).

Sistim dalam mengunci kekuatan terbagi dua ialah sistim vertical dan horizontal. Sistim Vertical bahwa antara dua batu dengan berhimpitan atas bawah, sementara horizontal juga dua batu yang berjajar kanan kiri saling mengunci erat.

Teknologi Leluhur sudah tergolong Master Piece, bisa dilihat dari pembuatan Relief yang dipandang sangat indah sekali serta berkualitas tinggi.

Relief ini melukiskan Paradesa Brahmana Tari-tarian. Juga aneka Ornamen melukiskan bagaimana kehidupan Budaya kala itu. Sementara Relief di Complek Prambanan yang paling takjub adalah terdapat di Candi Brahma. Relief ini menggambarkan urutan tentang Epos Ramayana super lengkap.

Di awali lahirnya Rama hingga Rama, Laksmana, dan Shinta harus meninggalkan Negri Ayodya.

Seterusnya Shinta diculik oleh Rahwana sampai saat Kusa Putra Rama dinobatkan menjadi Raja di Negri Ayodya.

Pada sisi lain, karena menyadur dari Relief ini, seterusnya para Sarjana Asing pun berpeluang untuk menulis buku tentang kehidupan kala itu. Akan halnya seperti Sarjana dari Jerman DR WF Stutreheim menulis sebuah buku tentang Prambanan berbahasa Jerman yang berjudul “LEGENDEN UND’S RAMA RELIEF”. Buku ini dibedah pada Tahun 1925. Selanjutnya di Tahun 1926 buku ini ditulis dengan Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris serta dihiasi fito-foto lengkap.

Pembangunan Candi mestinya membutuhkan waktu lama hingga puluhan tahun lamanya kondisi kala itu. Hal ini juga ada berhubungan dengan situasi Politik kekuasaan Raja-raja Mataram Purba (Hindu) saat itu.

Namun, dengan selalu saja terjadi musibah alam seperti Gempa serta Erupsi Gunung Merapi di Negri Mataram (Hindu) hingga Prambanan terus menerus mengalami kerusakan berat. Sehingga bila terjadi musibah alam yang di sebut MAHAPRALAYA bagi para penduduk pun harus mengungsi hingga wilayah Jawa Timur (sekarang).

Kemudian Candi Prambanan pun kurang mendapat perhatian.

Hingga Abad ke-11 di Complek Candi Prambanan baru dilakukan renovasi besar.

Informasi dari ahli sejarah, Prambanan mulai mendapat perhatian serius pada Tahun 1723. Awalnya salah seorang Pegawai VOC bernama CA Lons menyampaikan laporan bila di wilayah Prambanan terdapat sebuah petilasan Candi yang besar dan luas. Justru bila mau dan berkesempatan untuk menelusuri dengan teliti.

Bahwa dulu, di kompleks Prambanan itu terdapat 240 Candi yang besar dan yang ukuran sadang. Namun di karenakan gangguan alam dan lain sebagainya hingga saat ini tinggal 18 Candi .

8 Candi utama besar, serta 8 Candi ukuran sedang terdapat pada Pelatran pertama. Kemudian Dua Candi Perwara pada Pelataran kedua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *