PT Benih Citra Asia Cilacap dan Petani Deli Serdang-Sergai Kunjungi Petani Cabai di Simalungun

oleh -486 Dilihat

KransNews.com | Simalungun –
PT Benih Citra Asia (BCA) dari Cilacap, Jawa Tengah, bersama sejumlah petani dari Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai (Sergai), melakukan kunjungan studi banding dan temu lapang ke kawasan pertanian cabai di Nagori Malela, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Rabu (02/07/2025).

Kunjungan ini merupakan respon atas keluhan para petani cabai di wilayah Simalungun bawah, yang saat ini tengah menghadapi serangan penyakit tanaman yang cukup serius. Tanaman cabai milik petani setempat dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat hama dan penyakit, menyebabkan panennya pun tidak seperti biasa, hanya 65% lebih sedikit dibandingkan musim kemarin

Tim dari PT Benih Citra Asia dipimpin langsung oleh Bapak Ihsan dan Ibu Ulfa, selaku brider (pemulia) tanaman cabai, serta Bapak Armen, selaku Marketing Eksekutif sekaligus Manajer Sumatera Utara. Mereka turun langsung ke lokasi lahan pertanian cabai untuk melakukan pendampingan teknis, sekaligus memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi petani.

Tidak hanya dari Simalungun, petani dari Kabupaten Deli Serdang dan Sergai juga turut hadir dalam kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi tanaman cabai di Nagori Malela serta berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Ihsan memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis hama dan penyakit tanaman cabai yang saat ini menyerang, serta langkah-langkah pengendaliannya. Ia juga menyatakan komitmen BCA untuk terus mendampingi para petani dalam menghadapi tantangan ini.

Meswadi, Ketua Kelompok Tani Langgeng, mengungkapkan keprihatinannya. Ia mengatakan bahwa musim tanam tahun ini mengalami kegagalan akibat serangan penyakit. “untuk saat ini pun harga cabai pun anjlok menjadi Rp9.000 per kilogram. Sementara itu, biaya produksi seperti pupuk dan obat-obatan terus meningkat. Ini tentu sangat memberatkan kami,” ujar Meswadi.

Para petani berharap, keluhan mereka mendapat perhatian dari Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, serta dari pemerintah pusat, agar solusi dan bantuan nyata bisa segera diberikan. (RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *