KransNews.com | Simalungun – Polsek Perdagangan kembali mencetak prestasi gemilang dalam perang melawan narkoba. Seorang pengedar sabu berhasil diamankan dalam operasi yang digelar pada Sabtu (12/7/2025), dengan barang bukti narkotika seberat 8,18 gram bruto.
Pelaku yang diamankan adalah Andi Agus Siregar alias Cokal (36), seorang wiraswasta warga Jalan Bandar, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. Ia ditangkap di kediamannya yang diduga menjadi lokasi transaksi dan konsumsi narkoba.
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas narkoba di rumah pelaku. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan pengintaian dan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil melakukan penangkapan sekitar pukul 19.00 WIB, dengan disaksikan perangkat lingkungan (Kempling) setempat.
Kapolsek Perdagangan yang diwakili oleh Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Henry Salamat Sirait, S.IP., S.H., M.H., membenarkan penangkapan tersebut. “Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam memberantas narkoba yang merusak masa depan generasi muda,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (14/7/2025).
Dari tangan pelaku, petugas menemukan:
3 bungkus plastik klip sedang berisi sabu (6,17 gram bruto)
11 bungkus plastik klip kecil berisi sabu (2,01 gram bruto)
2 bal plastik klip kosong
1 unit timbangan digital merek Qc. Pasc
1 buah dompet bermotif bunga
1 unit HP Oppo A-16 hitam
Total barang bukti sabu yang disita mencapai 8,18 gram bruto.
Hasil interogasi awal menyebutkan, pelaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang bernama Dewa, yang juga berdomisili di Pematang Bandar. Pengakuan ini membuka peluang bagi pihak kepolisian untuk mengembangkan kasus dan membongkar jaringan yang lebih luas.
“Penanganan kasus ini akan kami lanjutkan ke tahap penyidikan dan pelimpahan ke Kejaksaan. Kami terus berupaya menelusuri rantai pasokan hingga ke pelaku utama,” tegas AKP Henry.
Polres Simalungun juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan aktif melaporkan segala aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Sinergi antara warga dan aparat diyakini menjadi kunci dalam menciptakan wilayah bebas narkoba. (Ril)






