Perkebunan Asian Agri Larang Masyarakat Ambil Rumput, Warga Lakukan Protes

oleh -515 Dilihat

KransNews.com | Simalungun – Sejumlah masyarakat melakukan protes karena perkebunan PT Asian Agri melarang masyarakat sekitar perkebunan mengambil rumput yang menjadi gulma di perkebunan tersebut. Sejumlah masyarakat Nagori Banjar Hulu, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun mendatangi pos penjagaan untuk memastikan apa yang menjadi larangan tersebut.

Haidir salah seorang warga mendatangi pos penjagaan perkebunan kelapa sawit tersebut, ia dan belasan masyarakat ingin memastikan apa yang menjadi larangan pihak perkebunan melarang warga sekitar mengambil rumput. Hanya saja, salah satu petugas keamanan mengatakan hal tersebut merupakan kebijakan perusahaan.

“Yang kita pertanyakan apa yang menjadi hal larangan itu, kami masyarakat juga gak minta aneh-aneh. Cuma mau ambil rumput untuk pakan ternak, Kalau pun seandainya ada pengarit yang ketahuan ambil buah, silahkan di proses hukum. Kami juga gak mendukung itu,” kata Haidir, Rabu (07/05/2025) kepada kru KransNews.com.

Sementara itu, salah petugas keamanan mengatakan larangan itu hanya berlaku di Jalur 4. “Memang di jalur 4 ini gak boleh betul mengarit (ambil rumput, red). Saya pekerja yang menjalankan perintah perusahaan. Kalau pun ada yang ngarit, kami arahkan ke jalur yang lain, karena di jalur kami belum diperbolehkan. Kita kasih tau ke masyarakat kalau jalur ini belum boleh (ambil rumput, red). Gak ada kekerasan kok, cuma asal ada yang ngarit kami suruh ke jalur lain, tapi ya gitu ada yang terima, ada juga yang enggak,” kata Feri Lesmana salah seorang petugas keamanan (Security, red).

Masyarakat sekitar perkebunan berharap, kebijakan perusahaan tidak memberatkan masyarakat yang mengambil rumput. Mengingat, sebagian besar masyarakat sekitar perkebunan memanfaatkan gulma perkebunan sebagai pakan ternak mereka. (Peng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *