KransNews.com | Simalungun – Pasca terjadinya banjir bandang yang menerjang Kota Parapat beberapa waktu lalu, Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kabupaten Simalungun menyebutkan bahwa wisata di Parapat memiliki banyak spot aman untuk dikunjungi. Selain itu, Disbudparekraf juga meminta pengusaha lebih peduli dengan keselamatan.
Dihubungi via selular, Kepala Dinas Budparekraf Kabupaten Simalungun, Fikri Damanik menyebutkan pasca banjir di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon kemarin, membuat Pantai Bebas dipenuhi sampah, batu dan lumpur. Saat ini, pihaknya masih berupaya melakukan pembersihan untuk mengembalikan ‘wajah’ Pantai Bebas tersebut.
“Kita masih berupaya melakukan pembersihan untuk lokasi Pantai Bebas. Kalau untuk wisatawan, Parapat itu masih aman dikunjungi. Karena banyak spot-spot wisata di situ, jadi tak perlu khwatir berlebihan,” ucapnya.
Mantan Camat Ujung Padang ini meminta kepada para pengusaha wisata air untuk lebih memperhatikan keselamatan pengunjung. “Nanti akan kita buat himbauan agar pengusaha air di Parapat lebih memperhatikan kondisi di lapangan, misalnya cuaca atau ombak yang tinggi. Kita ajak para pengusaha untuk lebih peduli dengan wisatawan yang datang ke Parapat,” ungkapnya, Selasa (18/03/2025) sore.
Mengenai naiknya debit air di Danau Toba, pihaknya juga menghimbau masyarakat agar memperhatikan spot untuk berenang di danau terbesar se-Asia Tenggara itu. “Karena debit air naik, para orang tua harus mewaspadai anak-anak saat berenang, karena ada beberapa titik yang lokasinya tidak aman bagi anak-anak apalagi disaat ombak besar,” himbaunya.
Pihaknya juga akan melakukan pemantauan di berbagai titik wisata di sekitaran Danau Toba. Seperti halnya di Tigaras dan Simarjarunjung. “Kita akan periksa lokasi-lokasi yang rawan. Kita akan ingatkan kepada pengusaha agar memperhatikan resiko yang bisa saja terjadi. Yang terpenting, kita sama-sama berdoa agar tak ada lagi bencana,” tutupnya. (SN)






