KransNews.com | Simalungun – Petani sawah di Nagori Silakkidir, Raja Maligas 1, dan Raja Maligas 2, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengalami duka yang sangat luar biasa. Bondar di pintu air Tongguran 3 yang mengairi sawah di 3 nagori tersebut jebol dan longsor ke sepadan sungai Bahtongguran, mengakibatkan terputusnya saluran irigasi kesawah mereka.
Masyarakat telah melaporkan peristiwa ini ke nagori dan PSDA Simalungun, namun belum ada tindak lanjut yang signifikan. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana telah datang ke lokasi, namun tidak ada kejelasan tentang tindak lanjutnya.
Menurut Wonjos Simbolon, warga nagori Silakkidir, petani sawah di 3 nagori tersebut telah 6 bulan tidak tanam padi. Mereka telah memulai proses tanam padi, namun duka melanda ketika bondar di pintu air Tongguran 3 jebol.
“Kami telah melaporkan peristiwa ini ke nagori dan PSDA Simalungun, namun belum ada tindak lanjut yang signifikan,” ujar Wonjos Simbolon saat ditemui Sabtu (08/03/2025).
Menghadapi keadaan ini, petani sawah bergotong royong memperbaiki bondar yang jebol secara manual. Mereka telah menyusun ribuan karung berisi tanah untuk membentuk tembok saluran irigasi, berharap hal tersebut dapat mereka gunakan untuk mengairi sawah mereka yang sedang masa tanam.
Menurut Juru Mudi Purba, mantan sekdes nagori Silakkidir, pintu air Tongguran 3 telah disertifikatkan menjadi wewenang PSDA Provinsi Sumatera Utara sejak tahun 2023.
Dengan adanya kejadian ini, ribuan hektar sawah di 3 nagori tersebut terancam gagal panen. Petani sawah berharap agar pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaiki bondar dan mengairi sawah mereka. (JD)






