KransNews.com | Simalungun – Bendahara BUMNag Unggul Jaya milik Nagori Dolok Melangir 2, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun menyebutkan bahwa pembangunan ternak bebek petelur milik BUMNag tak terealisasi. Namun, ia memastikan bahwa laporan tak terealisasinya kegiatan tersebut sudah dimusyawarahkan.
Hal ini disebutkan Nursanti saat ditemui di salah satu unit usaha BUMNag yang berada di Kelurahan Sebelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Senin (17/03/2025) siang. Ia menjelaskan, awalnya memang pihak BUMNag berencana untuk membuat Unit Usaha peternakan bebek petelur, segala sesuatunya telah disiapkan.
Hanya saja, katanya, hal tersebut tak terealisasi karena masyarakat sekitar kandang bebek tidak menyetujui karena akan menimbulkan dampak lingkungan seperti bau. “Warga ada yang menolak karena takut bau, padahal kami sudah konsultasi dengan pengusaha peternakan bebek, dan memang tak bau karena di kandang bebek tidak disediakan air untuk mandi,” katanya.
Maka dari itu, pihaknya mengalihkan sebagian biaya untuk pembuatan gudang peralatan pesta. “Awalnya gudang kami jauh, gak ada yang jaga. Jadi banyak barang-barang yang hilang dan rusak. Jadi hasil musyawarah kami, kami sepakati untuk membuat gudang itu dan sisa anggarannya sudah dikembalikan ke rekening,” katanya lagi.
Saat ditanya Unit Usaha lainnya, wanita berhijab ini menjelaskan bahwa ada Unit Usaha simpan pinjam. Dan menurutnya, masih banyak nasabah yang sampai saat ini tak membayar sehingga Unit Usaha tersebut diberhentikan. “Jadi nasabah yang macet itu sudah kami surati, ada sekitar 20-an lah. Jumlah uangnya antara Rp 60-70 jutaan yang belum dikembalikan,” jelasnya.
Perihal bahwa kasus BUMNag tengah ditangani APH, ia menyebutkan bahwa pihaknya belum ada diperiksa APH. Namun, pihak BUMNag telah dipanggil pihak Inspektorat Kabupaten Simalungun untuk dilakukan pemeriksaan. “Besok (Selasa, red) kayaknya dipanggil kami sama Inspektorat,” ucapnya singkat mengakhiri. (SN/RZ)






