KransNews.com | Simalungun – Proyek pembangunan Lapen di Pasar I, Nagori Naga Jaya I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun diduga proyek siluman, dimana pembangunan proyek tersebut tidak terpasang papan nama informasi proyek saat melaksanakan kegiatan pekerjaan.
Menurut warga setempat Cun (53) menuturkan, persoalan ini sering di persoalkan publik akan tetapi tetap saja membandel dengan dibiarkan dan mengabaikan hak publik tentang informasi. Sehingga warga masyarakat setempat tidak mengetahui nilai besaran dan asal usul pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut .
“Sementara peraturan presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai Negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek dan nomor kontrak, waktu pelaksanan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaanya,” katanya kepada wartawan Kransnews.com.Sabtu (23/11) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dari pantauan awak media di lapangan, masyarakat sekitar mengaku tidak mengetahui hal tersebut. “Kami tidak tahu pak! proyek ini anggaranya berapa dan sampai kapan serta dikerjakan oleh siapa? tidak ada papan nama proyek yang dipasang di lokasi proyek jalan ini,” kata warga.
“Pekerjaan fisik ini sudah dikerjakan hampir dua hari. Kami berharap kedepanya kalau ada proyek mohon ditaati peraturan yang ada jangan seperti pekerjaan siluman saja, pemasangan plang informasi proyek tersebut sifatnya wajib sesuai peraturan presiden (perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 (KIP). Padahal proyek yang di kerjakan secara transfaran dan di ketahui umum,” tambah warga lagi.
Sementara para pekerja proyek saat ditanya terkait plank proyek mengaku tidak tahu. “Kami tidak tahu bang,” ucap seorang pekerja.
Hingga berita ini di turunkan belum diketahui pelaksanaan proyek dan papan nama informasi proyek tersebut.
Sementara itu, Pangulu Nagori Naga Jaya I, Jupriadi pihak rekanan belum ada memberikan informasi terkait pengerjaan tersebut. “Belum ada datang memberikan informasi ke kita, kita juga nggk tahu proyek dari itu darimana sumbernya,” kata pangulu. (RZ)







