KransNews.com | Simalungun – Untuk mengenang dan menghargai perjuangan para pejuang terdahulu, masyarakat Kecamatan Bandar Huluan dan Dolok Batunanggar melakukan perawatan pada prasasti yang berada di Nagori Naga Jaya I, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Minggu (17/11/2024).
FotoFoto
Prasasti ini merupakan monumen dimana di lokasi tersebut terjadi Peristiwa Bahapal, dimana pasukan pejuang melawan penjajah yang mengakibatkan gugurnya pejuang kita.
Irwansyah Putra, S.Pd, salah satu cucu dari Pejuang Letda Nasir Purba yang juga mengikuti kegiatan gotong royong tersebut mengatakan masyakarat pasti bertanya-tanya dan masih banyak yang belum mengetahui sejarah dan kenapa ada prasasti ini di sini.
“Informasi dari orang tua kita, bahwa pada tanggal 2 Agustus 1947, di tempat ini terjadi pertempuran sengit dengan sebutan ‘Persitiwa Bahapal’. Pertempuran antara Pasukan TNI bersama dengan Laskar Rakyat melawan komplotan tempur belanda yang memiliki persenjataan lengkap. Ada beberapa pejuang yang gugur dalam pertempuran ini hingga dibuat prasasti ini,” kata Putra.
“Kita berharap prasasti ini agar tetap bisa dirawat, baik dari kebersihannya maupun perbaikan bangunan yang saat ini sudah milai rusak,” harap Putra lagi.
Selamet Riadai salah seorang warga mengatakan, kegiatan ini dilakukan atas dasar kesadaran para pemuda karena melihat keadaan tugu tersebut sudah terlalu memprihatinkan.
“Sudah seharusnya kita merawat tugu ini, karena ini adalah tempat bersejarah orang-orang terdahulu kita melakukan perlawanan kepada penajajahan belanda, maka ini harus tetap kita lestarikan,” ujar Selamet.
Di dalam prasasti ini terdapat 7 nama pejuang yang ikut melakukan perlawan kepada para penjajah diantaranya.
1.Letda Nasir Purba
2.Pak Mun
3.Subarjo
4.Poniyem
5.Sulaiman Damanik
6.Kardjo
7.Mukiar
Dan ada 7 orang lagi yang tidak diketahui namanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, M Wahyudi, Sigit, Eka, Anto, Wahyudi, Putro S, Adi, Selamat Riadi, Irwansyah Putra, Hermansyah, Yogi, Feri Fadli dan Erwin. (Rel/Zi)











