Intensitas Hujan Tinggi Sisakan Trauma Warga Huta V, Nagori Pematang Dolok Kahean

oleh -697 Dilihat

Kransnews.com | Simalungun – Tingginya curah hujan yang terjadi pada Minggu, 17 Nopember 2024 lebih dari 1 jam menyisakan trauma pada masyarakat khususnya di Nagori Pematang Dolok Kahean, tepatnya di Huta V Bandar Jambu.

Kecemasan warga akibat banjir yang tidak lagi terbendung, apalagi melihat kondisi jalan utama yang menghubungkan antara Pondok Afdeling C menuju Kampung Bandar Jambu, terlihat air sungai meluap keluar dari alur sungai dan menggenangi jalan dengan ketinggian lebih kurang 80 Centimeter lebih.

Salah seorang warga kepada wartawan, Senin (18/11/2024) mengatakan, berawal saat melihat air yang mulai meluap dari Sungai Bah Hilang menggenang dan meluap hingga ke badan jalan, warga berupaya mengendalikan aliran air tersebut dengan material seadanya.

Namun usaha yang dilakukan sia-sia sebab air yang datang dari hulu semakin besar, upaya yang dilakukan warga adalah memantau, menjaga dan mengingatkan warga agar untuk berhati-hati saat melintas.

“Kami trauma dengan kejadian beberapa tahun yang lalu, dimana saat itu suasana seperti saat ini, pada waktu itu ada salah seorang warga yang biasa dipanggil Wak Sopan berusaha untuk melewati banjir, namun apa mau dikata, pada saat melintas orang tersebut langsung terseret arus bersama kendaraannya,” ucap.

Lanjutnya, pada saat itu korban ditemukan sudah tidak bernyawa, penemuan jasad oleh warga bermula saat ditemukan kendaraan roda duanya yang tersangkut di tumpukan sampah, baru kemudian ditemukan jasad Wak Sopan.

“Saat itu kejadiannya pada malam hari, sedangkan jasad bersama kendaraannya ditemukan warga pada pagi harinya,” tegasnya lagi.

Warga berharap agar pemerintah Kabupaten Simalungun dapat memberikan solusi terkait jalan tersebut. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang dilalui warga.

“Benar ini adalah fenonena alam dan ini sudah bertahun-tahun, apabila pemerintah tidak memberikan solusi kepada warga bukan tidak mungkin akan ada korban lagi dikemudian hari, sebaiknya di pinggiran sungai harus dibuat bedeng atau tembok penahan sehingga air yang berada di sungai tidak meluap dan menggenangi jalan,” keluhnya. (Lien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *